Selasa, 11 Maret 2014

Konstruksi sosial ajaran perguruan silat setia hati


Abstrak :
Pencak silat sebagai warisan dari nenek moyang bangsa Indonesia merupakan bela diri khas Indonesia,
saat ini pencak silat diidentikkan dengan kekerasan, yaitu ditandai oleh beberapa konflik yang dilakukan
oleh beberapa perguruan silat, seperti yang terjadi di Madiun. konflik kekerasan yang melibatkan anggota
dua perguruan silat terbesar di Madiun, Yakni Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) dan
Perasudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo (SH Winongo). Klaim kepemilikan dan kebenaran ideologi
ke-Setia Hati-an menjadi penyebab dari konflik antara SH Terate dan SH Winongo...
Rumusan masalah yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana anggota Persaudaraan Setia
Hati Terate dan Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo mengkonstruksi pengetahuan ajaran
perguruan silat, yang pada giliranya konstruksi mereka berpengaruh terhadap bagaimana konflik
kekerasan antara kedua perguruan ini berlangsung hingga sekarang...
Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui peta konflik kekerasan antara perguruan silat Persaudaraan
Setia Hati Terate dan Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo dan untuk memahami konstruksi
ajaran Setia Hati anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate dan Persaudaraan Setia Hati
Tunas Muda Winongo....
Teori yang digunakan untuk menganalisis fenomena ini adalah teori konstruksi sosial yang dipopulerkan
oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Teori tersebut memandang masyarakat sebagai proses yang
berlangsung dalam tiga momen dialektis yang simultan itu eksternalisasi, obyektivasi dan
internalisasi. Tipe penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian kualitatif.
Beberapa informan akan diambildengan menggunakan teknik purposif. Metode pengumpulan data berupa
hasil observasi dan wawancara mendalam (indepth interview) setelah itu data akan dianalisis dengan
teknik analisis data....
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah konstruksi ajaran Setia Hati dipahami oleh SH
Terate da SH Winongo sebagai pegangan hidup, yang mengatur cara bersikap dan bertingkah laku di
dunia untuk mencapai keluhuran budi guna mendapatkan kesempurnaan hidup, ajaran ini bersifat sangat
rahasia dalam artian hanya anggota perguran saja yang boleh tahu, ajaran ini sama-sama diyakini oleh
kedua perguruan bahwa Eyang Soero lah yang menemukan dan mengembangkan....Dorongan atau
kehendak untuk melakukan konflik kekerasan dengan anggota perguruan silat lain adalah sebuah
peneguhan identitas suatu anggota perguruan silat, sehingga dalam perkembanganya klaim ajaran Setia
Hati tidak berpengaruh lagi, akan tetapi lebih didasari oleh dendam terhadap konflik-konflik kekerasan
sebelumnya....
Wassalamualaikum...
https://www.facebook.com/groups/GeSHTereK.1922/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar