Senin, 14 April 2014

Sekuntum Bunga Terate


JUICCA RATIEH AZ-ZAHRA
&
LOTU.SH BASHTIAN




 
Two or three years ago...
Sekuntum bunga Terate di hati,
warnanya pucat pasih,
tetapi masih bersinar kemilau.
Takkan pernah layu walau panas menerpa,
takan pernah hanyut walau diterjang badai.

Ketika malam mata tak dapat terpejam,
hina dina di mata kan sirna seketika,
lantaran Terateku ada bersama.
Bukan nyali yang tersembunyi,
hanyalah seberkas tawa yang terbalut nestapa.

Mayapada ini selalu berdiri,
akan sebuah persaksian suci.
Sembari cakrawala mengatur langkahnya,
aku bertapa di kesunyian,
ditemani keindahan dan kemurnian,
Sang Terate abadi...





Jadilah Wanita Laksana Bunga terate yang mekar semerbak ditengah Telaga Biru,Semua orang bisa mudah melihatnya, tapi tak sembarang orang bisa menyentuh dan memilikinya...Sungguh Keindahan yang sesungguhnya...



Bunga lotus atau teratai, walaupun hidup di lingkungan kotor. Akan tetap anggun walaupun lingkungan ingin merusaknya.  Menjernihkan air yang keruh sekalipun hidup di atas lumpur, dan bahkan dialah yang menentukan kualitas lingkungannya.

Dengan kondisi yang sedemikian kotornya, siapapun akan menganggapnya berharga karena ia kotor, sehingga tidak pantas untuk diraih karena demikian kotornya tempat ia hidup.

Tapi teratai mempunyai bunga yang sangat indah dan bersih, bertolak belakang dengan lingkungannya yang kotor.

Bunga yang hidupnya di atas air yang tenang, keruh, dan berlumpur, dimana banyak serangga dan sumber penyakit hidup. Daunnya yang besar terapung di atas air, dijadikan kodok sebagai tempat loncatannya.  Dia tampil dengan keindahan bunganya yang sangat menawan bagi yang melihatnya. Hidup dengan keindahan dan kebersihan yang demikian tanpa dipengaruhi oleh lingkungannya yang kotor.

Betapapun kotornya tempat dia hidup, Tetapi keindahannya tetap terjaga dengan baik. Bahkan terhadap lingkungannya yang mencoba ingin merusak dirinya, bunga teratai tetap tumbuh dengan indahnya tanpa merusak lingkungannya.


Hikmah yang dapat di petik:
Manusia dilahirkan sebagai makhluk dengan keindahan dan kesempurnaan yang akan membawa kebaikan bagi lingkungan dan alam sekitarnya. Keindahan manusia akan terlihat dari seberapa besar pengaruh lingkungan terhadap dirinya.

HAKEKAT SH

SULUK KASAMPURNAN

SEBUAH PENELUSURAN, PENEMUAN, DAN PENDALAMAN PRIBADI AJARAN “SETIA HATI"

I. SUATU PERTANYAAN PRINSIP

SETIA HATI BUKAN NAMA PERGURUAN, BUKAN NAMA ORGANISASI AKAN TETAPI SUATU AJARAN/SUATU PRINSIP HIDUP/SUATU PETUNJUK MENUJU KASAMPURNAN

TAHUKAH KITA, APA MAKNA & TUJUAN SEBENARNYA DARI FALSAFAH “SETIA HATI“ ?

APAKAH KITA TELAH MENYADARINYA DAN MELAKUKANNYA ?

BAGAIMANA METODE YANG KITA PERGUNAKAN ?

INTI FALSAFAH “ SETIA HATI “
TERDIRI DARI DUA SUKU KATA : “ SETIA “ & “ HATI “


ARTI MAKSUD :
“ SETIA (KATA PERBUATAN SATU) “ DARI DIRI

DIRI :
WADAG (diatur oleh nafas, tanah, api, dan udara) DAN NYAWA/BADAN HALUS/KARTIKO–SUWASONO (menjadi badan kehalusan, dilengkapi Napsu2, dihidupkan oleh Nur Illahi, dijaga Malaikat & para Kadang sak kelahiran)

KEPADA HATI NURANI :
Yang dimaksud adalah NUR ILLAHI/INGSUN/URIP LANGGENG yang bersemayam didalam hati nurani.

Jadi:
SETIA HATI merupakan Falsafah Hidup, bahwa manusia Setia Hati adalah manusia yang sadar MENYATU antara WADAG (RAGA DAN NYAWA) dengan NUR ILLAHINYA ATAU SUKMA

RAGA DAN NYAWA YANG SETIA KEPADA “OSIKING KOLBU KANG SUCI/DAWUHING GUSTI“

Sehingga dapat diperjelas menjadi KESETIAAN TULUS DARI MANUSIA UTUH RAGA DAN NYAWA KEPADA TUHANNYA YANG MAHA SUCI, MAHA KUASA, KANG TAN KENO KINOYO NGOPO, KANG TANPO WINATES...
MANUSIA SETIA YAITU KATA PERBUATAN SATU.....PERBUATANNYA AKAN SAMA DENGAN PERKATAANNYA....SATU ATAU MANUNGGAL YAITU SUKMA KITA YANG MANUNGGAL DENGAN GUSTI, DAWUHING GUSTI ATAU BIMBINGAN NUR ILLAHI YANG BERSEMAYAM DI DALAM HATI NURANI. WADAG (RAGA DAN NYAWA) HANYALAH BUNGKUS. PERUMPAMAAN MANUNGGAL ADALAH SEPERTI GULA YANG MANUNGGAL DENGAN RASA MANISNYA, SEPERTI GARAM YANG MANUNGGAL DENGAN RASA ASINNYA, SEPERTI PENULIS YANG MANUNGGAL DENGAN PENANYA, SEPERTI PENARI YANG MANUNGGAL DENGAN TARIANNYA.TERCAPAI KESADARAN BAHWA MANUSIA HANYA RASA MANISNYA BUKAN GULA, MANUSIA HANYA RASA ASINNNYA BUKAN GARAM, MANUSIA HANYA PENANYA BUKAN PENULIS, MANUSIA HANYA TARIANNYA BUKAN PENARI.SEMUA MILIK DAN KARYA KITA DI DUNIA HANYA MILIK SANG SUMBER SEDANGKAN KITA HANYA ALATNYA SAJA. SEHINGGA TERCAPAI KESADARAN TULUS YANG DI HAYATI DENGAN BAIK BAHWA KITA SEMUA HARUS BERTERIMA KASIH KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA ATAS SEMUA KEJADIAN DAN KEADAAN YANG DIBERIKAN KEPADA KITA. KITA HARUS NDEREK KERSANE GUSTI....

II. SAPTO WASITO TOMO

1) TUHAN MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA SEISINYA DENGAN MELALUI SABDA NYA. SEBELUM DISABDA, SEGALA SESUATU BERADA PADA YANG MENYABDA

SEBELUM BUMI LANGIT ADA, MASIH PADANG AWANG UWUNG BELUM TERDAPAT APAPUN, YANG ADA ADALAH TUHAN = DZAT = HIDUP SEMPURNANYA TUHAN = DZAT HIDUP ABSOLUT, YANG MENGHIDUPI “

MARGA WASPADA –MARGA WASKITA –MARGA BIJAKSANA “

GERAK DZAT HIDUP MENIMBULKAN PENJELMAAN, YANG KEMUDIAN DISERTAI SUARA GURUH DAHSYAT, JADILAH ALAM SEMESTA SEISINYA “ KUN FAYAKUN “ APA YANG DISABDAKAN MAKA JADILAH ITULAH SABDA SANG ESA

KATA2 : TUHAN –ALLAH –DZAT –YAHWE - GOD  = TUTUR KATA MAKNAWIYAH DALAM HAKEKAT FILSAFAT JIWA SEMPURNA DARI HIDUP TUHAN YANG LANGGENG KATA2: TUHAN –ALLAH = ANCAR2 SUATU PENUNJUKAN

2) SETELAH ALAM SEISINYA DISABDAKAN, MAKA TUHAN MENYERTAI SABDANYA

CIPTA DARI SABDA YANG ESA, ADALAH MANIFESTASI PENJELMAAN UCAP, YANG DISEBUT “ SUATU HIDUP YANG ESA “ CIPTA YANG TERJADI DARI SABDA NYA, MENGANDUNG DIA YANG MENYABDA SELAMA ALAM SEMESTA MASIH ADA, MAKA YANG MAHA ESA TETAP MENYERTAINYA & ADA KEHIDUPAN...

DIA YANG MENYERTAI ITU, BERSEMAYAM DALAM LUBUK HATI SANUBARI /ANGKASA JANTUNG KEHIDUPAN BILA KEHIDUPAN ITU DITIADAKAN, MAKA DENGAN SENDIRINYA KEMBALI KEALAM SEMULA, IALAH ALAM SUWUNG/SONYA {Pada kebatinan Islam Jawa, disebutkan, Tuhan dalam diri manusia bersemayam dalam jagadte manungso yaitu : JONOLOKA/BETAL MUKADAS dikemaluan manusia (rumah tempat MANUSIA di sucikan) –ENDROLOKA /BETAL MUKARAM (rumah tempat MANUSIA diberikan larangan-larangan) dipusat jantung manusia –GURULOKA / BETAL MAKMUR di ubun2 atau susuhunan manusia (rumah tempat MANUSIA diberikan angan-angan atau inspirasi atau kecerdasan) } dimana ketiga Loka/Betal tersebut disebut dengan istilah TRILOKA)

3) BARANG SIAPA MELUPAKAN/MENINGGALKAN AS/SUMBERNYA, MAKA IA AKAN TERGELINCIR OLEH INGKUNGANNYA

AS/SUMBER = GELAR KESAKTIAN YANG MAHA ESA, YANG BERSEMAYAM DALAM ANGKASA JANTUNG MANUSIA

AS/SUMBER = INTI SUBYEKTIFITAS YANG RELATIF = SIFAT ABSOLUT YANG MAHA ESA, YANG SELALU DALAM LINGKUNGAN KEHIDUPAN SEMPURNA..

MENINGGALKAN AS / SUMBERNYA, BERARTI TERGELINCIR DARI LINGKUNGAN HIDUPNYA SENDIRI.

(Dalam kebatinan Timur, AS tersebut juga diartikan sebagai AXIS MUNDI, ialah AS/GARIS TEGAK LURUS yang menembus center ketiga dunia, ialah Dunia Arwah, Dunia Manusia, Dunia Tuhan, sehingga siapapun yang jauh dari As tersebut, akan jauh pula dari getaran hidup sempurna, dan demikian pula sebaliknya)

4) BARANG SIAPA TERLEPAS ATAU MENINGGALKAN KESEIMBANGAN, DIA AKAN TERGELINCIR

SECARA METAFISIKA, ARTI DARI KALIMAT DIATAS TERSIRAT DALAM KETERANGAN SAPTO WASITO TOMO KETIGA

PENGERTIAN LAINNYA ADALAH BAHWA KEBERADAAN AS/SUMBER DALAM WADAG, DIGAMBARKAN OLEH KEBERADAAN KELUAR MASUKNYA HAWA/PRANA/NAFAS SECARA WAJAR SEHINGGA BILA TIDAK DEMIKIAN, PASTI AKAN MENIMBULKAN HAL2 NEGATIF PADA WADAG JADI DIDALAM HIDUP

INI SELALU HARUS DIJAGA BERNAFAS SECARA TERATUR SEMPURNA, SESUAI DENGAN SIKON YANG DIHADAPI MANUSIA

(Ajaran bernafas secara benar dan sempurna, banyak ditemukan pada bermacam aliran, yang tergantung kepada untuk pengaturan pernafasan tujuan apa hal itu dilakukan).

5) BARANG SIAPA MELUPAKAN AWAL ATAU PERMULAAN, DIA TAK AKAN MUNGKIN MENCAPAI AKHIR ATAU TAK AKAN MUNGKIN MENG AKHIRI NYA

SAMADIWAN HARUS MENJALANKAN PERSIAPAN MATANG DENGANTEKAD DAN NIAT BULAT UNTUK MEMANTABKAN JADWAL PERMULAAN DAN PENGAKHIRAN SAMADINYA. JANGAN SE KALI2 MELAKUKAN “ COBA2 “

NIAT MEMULAI, HARUS TELAH DILANDASI KEBERANIAN KUAT DAN TABAH, DISERTAI KEPERCAYAAN DIRI PENUH, UNTUK PASRAH JIWA RAGA, PASRAH HIDUP MATI KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA

JANGAN DIKOTORI OLEH INGATAN SEDIKITPUN MENGINGINKAN PAHALA KERJA DAN PAMRIH, KARENA HAL ITU AKAN MENGGOYAHKAN PERMULAAN KITA DAN MENGABURKAN ARAH TUJUAN KITA

(Dalam ajaran Jawa, Sapto Wasito Tomo yang kelima ini mengandung arti INTI yang merupakan salah satu pokok menuju kasampurnan, ialah KEDAH PONO DUMATENG “ SANGKAN PARANING DUMADI “ = harus mengetahui darimana sebenarnya hidup ini, untuk apa hidupmu ini dan kemudian setelah itu akhirnya kita akan menuju kemana nanti)

6) BARANG SIAPA MENGAKUI HASIL KARYANYA SEBAGAI MILIKNYA SENDIRI, DIA AKAN TERBELENGGU OLEHNYA

BILA SAMADIWAN YANG KEMUDIAN MENCAPAI TINGKAT TINGGI DAN DAPAT MENCAPAI IDAMAN TUJUANNYA, SELANJUTNYA MENGATAKAN BAHWA DIRINYA SUDAH MENDAPATKAN/MEMILIKI HASIL TAPA BRATANYA, HASIL PAHALA KERJANYA, DAN AKHIRNYA MENGAKU BAHWA DIALAH PEMILIK SEMUANYA INI, MAKA MEREKA ITU AKAN TERHUKUM OLEH CIPTA/UCAPAN NYA SENDIRI

(Dalam Kejawen, amat diharamkan atau dihindari pengakuan akan KEBISAAN/KEISTIMEWAAN nya ini dihadapan umum atau diri sendiri, karena hal tersebut berarti bahwa dia masih GILA KADONYAN, bahkan condong MENYEKUTUKAN TUHAN. Dalam Suluk Karaton, tahap ini disebut sebagai TAHAP SAMPAI SITIHINGGIL yang amat gawat. Meleset sedikit maka dia akan TERBANTING KEMULA TAPABRATA YANG AMAT SUKAR UNTUK MEMULAINYA LAGI MENDAPATKAN PERKENAN HYANG WIDHI)

7) BARANG SIAPA SELALU MELATIH DIRI UNTUK DAPAT ATAU MERASAKAN SUMBER DARI RASA, NISCAYA IA AKAN MERASAKAN RASA YANG SEJATI, YAITU MERASAKAN SESUATU TANPA ALAT TUBUH (KAROSO TANPO SALIRO)

BILA INGIN MENCAPAI KESADARAN SAMADHI YANG SEMPURNA, PERMULAANNYA HARUS DIJALANKAN DENGAN MELAKUKAN LATIHAN2 SERIUS YANG BER ULANG2, TANPA BIMBANG DAN RAGU APALAGI BOSAN. SEHINGGA SETAHAP DEMI SETAHAP PENGUASAAN “ RASA “ ITU MENJADI SEMAKIN “ LICIN “ DAN LAMA KELAMAAN MEMUNCAK KE SIKON KESADARAN ROHANI TINGGI

DENGAN LATIHAN KONTINU DAN SERIUS, AKAN DAPAT MENEMBUS KEALAM RAHSO SEJATI (=ALAM DIMANA TAK ADA PERASAAN, TAK ADA INGATAN ALAM PELEPASAN, ALAM MERDEKA, ALAM MUKTI, NIRWANA, ALAM MOKSA DST)

(dalam ajaran kejawen, terdapat kata2 “ SUKSMO TELENG ING SAMADI “. Dalam Suluk Karaton, hal ini masuk dalam tahapan laku “ LEWAT KORI BROJONOLO, KEMUDIAN BERTAHAP MASUK KEDALAM KARATON INTI. Dalam Tasauf, hal ini masuk dalam tataran laku OLAH ROSO untuk mencapai WAHDATUL SUHUD, ialah MANUNGGALING ROSO KAWULO GUSTI)




BUKAN AZIMAT, BUKAN KERAMAT, TETAPI PENGETAHUAN DAN PETUNJUK PRINSIP MENUJU “ SETIA HATI “

SEMUA WARGA SH MULAI TINGKAT I SAMPAI III HARUS MENGERTI, MENYADARI DAN MELAKSANAKANNYA SECARA BERJENJANG, BERTINGKAT, SESUAI TINGKATNYA, KEMATANGAN DIRINYA, DAN KEMANTABAN TUJUANNYA

APAKAH KITA JUGA TELAH MELAKUKANNYA ?

INTI SARI SAPTO WASITO TOMO SETIA HATI:

KITA ADALAH MAHLUK CIPTAAN TUHAN YANG MAHA ESA DAN DIDALAM DIRI KITA TUHAN BERSEMAYAM DIDALAM HATI SANUBARI KITA

BERUSAHALAH UNTUK MENGETAHUI DAN MENYADARI “ SANGKAN PARANING DUMADI “ DAN BERUSAHALAH SELALU MELAKSANAKAN “ HAMAMAYU HAYUNING BAWONO “ DALAM HIDUP KITA DIDUNIA

DENGAN MENGERTI “ SANGKAN PARANING DUMADI “ DAN KEMUDIAN MELAKUKAN “ HAMAMAYU HAYUNING BAWONO “ MAKA KITA AKAN MENUJU LURUS KEARAH TUJUAN AKHIR KITA, IALAH KEMBALI KEALAM ASAL MULA KITA DENGAN SEMPURNA

UNTUK ITU MELATIH OLAH ROSO SECARA BERTAHAP, SEHINGGA MENCAPAI ROSO SEJATI, PERLU DILAKUKAN UNTUK SETAHAP DEMI SETAHAP LELAKU urip sajroning pati - pati sajroning urip, DALAM PERSIAPAN AKHIR HIDUP KITA SECARA SEMPURNA NANTI

DENGAN MELAKUKAN LATIHAN SAPTO WASITO TOMO MAKA UNTUK MENCAPAI KASAMPURNANING GESANG ING DONYA & UNTUK MENCAPAI KASAMPURNANING BALI MYANG SUWUNG AKAN MENDEKATI KENYATAAN

III. TINGKAT & WARNA JURUS SH

TINGKAT I
TERDIRI 36 JURUS POKOK ATAS / BERDIRI GERAK LURUS –ZIKZAK –KEBLAT PAPAT LIMO PANCER gerak aktif, cepat, tepat Prinsip Falsafah : “ BERANI ITU BENAR, TAKUT ITU SALAH “

TINGKAT II
TERDIRI DARI 25 JURUS POKOK BAWAH, gerak pasif tetapi awas, reflektiff, tepat Prinsip Falsafah: “ BERANI KARENA BENAR, TAKUT KARENA SALAH “

TINGKAT III
TERDIRI DARI 1 JURUS POKOK DIAM ALIF, Diam tiada gerak, anteng, manteng sugeng, jineng Prinsip Falsafah : “ BERANI ITU SALAH, TAKUT JUGA SALAH “

APA MAKNA YANG TERSIRAT DIDALAMNYA

TINGKAT I

TERDIRI 36 JURUS POKOK ATAS / BERDIRIGERAK LURUS –ZIKZAK – KEBLAT PAPAT LIMO PANCER gerak aktif, cepat, tepat Prinsip Falsafah : “ BERANI ITU BENAR, TAKUT ITU SALAH “

Tingkat ini disebut sebagai tingkat awal, dimana SH yer dilatih untuk BERANI MENGHADAPI HIDUP (BUKAN BERANI MATI),MENERJANG TUNTAS APAPUN PENGHALANG YANG ADA DIDEPANNYA. Rawe2 rantas, Malang2 putung.

“ Keberanian “ adalah KEMENANGAN YANG PERTAMA HIDUP KERAS PENUH TANTANGAN DISINI NGELMU “ KANOMAN “ amat dominan untuk menghadapi kekejaman duniawi.
TINGKAT II

TERDIRI DARI 25 JURUS INTI BAWAH, gerak pasif tetapi awas, GERAKKAN SECARA REFLEKS, dan harus tepat Prinsip Falsafah: “ BERANI KARENA BENAR, TAKUT KARENA SALAH “. SHyer dididik menyatukan CIPTA –RASA –KARSA nya.

Gerak bawah reaktif cepat dan tepat. Setiap jurus merupakan pertahanan dan serangan balik. Serangan-serangan sudah tidak mematikan lawan, hanya membuat lawan mundur dan mengurungkan serangan.


TINGKAT III

Jurus ini terbagi dalam 3 bagian:

Bagian 1, filosofinya merupakan puncak kanuragan, sekali gerak musuh harus mati. "nora nono srengenge kembar".

Bagian 2, filosofinya sama dengan bagian 1 tapi energi di kurangi sesuai dengan kekuatan lawan. TIDAK MAU KALAH TAPI JUGA TIDAK MAU MENANG.

Bagian 3, filosofinya berani salah takut juga salah. Akhir dari semua kita sudah diam tidak ada jurus. PASRAH NDEREK KERSANE GUSTI.

JADI:

TINGKAT DAN JURUS SETIA HATI PUN PADA HAKEKATNYA MERUPAKAN GAMBARAN PETUNJUK/SULUK BAGAIMANA HIDUP DIDUNIA SECARA SEMPURNA DAN BAGAIMANA KITA DAPAT MATI SECARA SEMPURNA SEHINGGA HIDUP LANGGENG MENYATU DENGAN TUHAN

DALAM AJARAN PARA LELUHUR JAWA, TERSURAT DAN TERSIRAT APA YANG DIMAKSUD SAMPURNA SEBAGAI BERIKUT:

Dari sudut Kepribadian, mengidealkan MENUNGSO KANG “ SATRIYO PINANDITO “
Dari sudut Sosial, mengidamkan MANUNGSO KANG BISO MANJING AJUR AJER, KANG BISO RUMONGSO, ORA RUMONGSO BISO
Dari sudut Ekonomi , mengidealkan MENUNGSO KANG URIPE GANGSAR REJEKINE
Dari sudut Politik, mendambakan PIMPINAN KANG ASIPAT “ MANGKU –MENGKU – HAMENGKONI “
Dari sudut Kebudayaan, mengidealkan SENI KANG ADILUHUNG
Dari sudut Ilmu Pengetahuan, mendambakan MENUNGSO KANG MUMPUNI LAN NIMPUNO
Dari sudut ke Tuhan an mengidealkan MANUNGSO KANG SAMPURNA
Dari sudut Filsafat, mendambakan MENUNGSO KANG NGREGEM BENER TUR PENER
Dari sudut Spiritual mendambakan MANUNGGALING KAWULO GUSTI

INTI LELAKU MANUSIA SH:

DASARNYA MENGERTI DAN MENYADARI SANGKAN PARANING DUMADI

LAKU HORIZONTAL HAMAMAYU HAYUNING BAWONO LAKU VERTIKAL MANUNGGALING KAWULO GUSTI MANUNGGALING JAGAD AGENG LAN JAGAD ALIT

ALAM SEMESTA = JAGAD ALIT, BATIN MANUSIA = JAGAD AGENG. BATIN MANUSIA DI DALAM ADALAH JAGAD YANG LEBIH BESAR DARI ALAM SEMESTA DI LUAR.

MANUSIA HARUS SELALU MELATIH MENYATUKAN DIRI DENGAN ALAM MELALUI:

NGANGKAH Berniat teguh, sungguh2, tiada ragu secuilpun
NGUKUT Menghentikan pakarti ala dari jiwa maupun raga
NGIKET mengikat dan memusatkan jiwa pada satu tujuan
NGRUKET, TRIKALOKA KAKUKUT mengikat dan menyatukan jagadte manungso: Janaloka/Betal Mukadas, Endraloka/Betal Mukaram, Guruloka/Betal Makmur

SETIA HATI YANG DILENGKAPI DENGAN SAPTO WASITO TOMO & TIGA TINGKATAN2 JURUS SILAT NYA MERUPAKAN PENGETAHUAN DAN PETUNJUK PENTING MENUJU KASAMPURNAN

AJARAN SETIA HATI BISA DIPELAJARI DAN DIPRAKTEKKAN BERDASARKAN KEMAUAN DAN KEMAMPUAN PRIBADI MASING-MASING. DARI SEKIAN BANYAK PERBENDAHARAAN ILMU CARILAH YANG PALING COCOK UNTUK DIRI SENDIRI DAN BILA MENYANGKUT ORGANISASI HORMATILAH PERATURAN ORGANISASI DAN BILA MENYANGKUT PERSAUDARAAN HARUS MENGUTAMAKAN TATA KRAMA, TEPO SELIRO DAN HAK AZASI MANUSIA. MANUSIA PADA DASARNYA SELALU BODOH DAN LAPAR SEHINGGA MEMERLUKAN ILMU PENGAJARAN UNTUK MENGURANGI KEBODOHAN DAN MENGATASI RASA LAPAR KEINGINTAHUANNYA.CARILAH ILMU SAMBIL HAMAMAYU HAYUNING BAWONO.

PESAN PAK SUWIGNYO DIBYOMARTONO ( ditulis di Bandung, September 2008) yang saya peroleh dalam Suran di Solo pada tanggal 10 Desember 2011.


Mangkono janmo Utomo
Temen tumanening sepi
Ing saben rikala mangsa
Mangsako memasuh budi
Lahire hanetepi
Ing reh kasatriyanipun
Susilo anor raga
Wignyo net tyasing sesami
Yeku aran wong borek berang agama

Artinya:

Demikianlah orang utama
Secara teratur melakukan latihan semedhi
Pada waktu dan tempat tertentu
Berusaha kedalam menguasai dan mencuci budi pekerti
Secara keluar menepati segala hukum dan tugas yang menjadi tanggung jawabnya
Tingkah lakunya sopan santun dan rendah hati
Pandai membuat gembiranya orang lain
Itulah yang dikatakan orang yang telah putih dan antusias pada agama

Marilah kita sekarang kita melihat Ke Maha Esaan Tuhan, yang ada di dalam tubuh kita dengan penyerahan yang setulus-tulusnya. Kita akan melihat apa kehendak Tuhan tehadap kita dan keluarga kita dengan mata batin.

Dan kita akan temui rahmat Tuhan yang tiada batas demikan pula KasihNYA tanpa batas. Dengan kita masuk manunggal kedalam Ke Maha Esaannya, menjadikan kecerdasan/kepandaian ada pada kita sehingga kita adalah Guru kita. "Karena sebetulnya Saya yang Sejati (Sukma/Cahaya Tuhan) adalah Guru Sejati saya.

Ini merupakan pengejewantahan aku ALIEF.
Moga bermanfaat...wassalam     

https://www.facebook.com/groups/GeSHTereK.1922/

Jumat, 04 April 2014

MENCARI DIRI SENDIRI



MENCARI DIRI SENDIRI
Kita semua mungkin pernah mendapat nasehat sederhana , " Engkau tak akan bahagia sebelum menjadi n mencari dirimu sendiri".
Jalan untuk mencapai kebahagiaan adlh dgn mendekati Sumber Kebahagiaan. Semakin dekat kita dgn Sumber Kebahagiaan, semakin kita menjadi bahagia.

Sumber Kebahagiaan (Tuhan) terdapat di dalam tubuh kita, tetapi pikiran dan ego kitalah yg telah menempatkan tirai penutup antara kita dgn sang Pencipta. Dlm desakan tak berkesudahan dari  'aku' n 'kepunyaanku'.
Tirai ini hanya dapat diangkat n ditembus oleh 'Kalam' (Kun, Shabda, Logos, Roh Kudus, Firman, Saut-i-Surmat para Sufi, Tao orang Cina, Shrahoza para Zoroastrian, atau nama apapun yg diberikan untuk Kuasa itu).

Adalah dorongan hati nurani manusia unutk mencari ketenangan n kebahagiaan dlm hidup. Namun di mana kita mencarinya? Pandangan kita senantiasa berkiblat ke arah godaan dunia. Dan semakin kita berusaha mencari ketenangan n kebahagiaan dlm berbagai bentuk n rupa dari dunia materi ini, semakin dlm kita terbenam dlm lumpur n semakin besar penderitaan kita. 





Sesuai kodratnya benda2 yg kita cari bersifat sementara. Akibatnya kesenangan yg dapat diperoleh darinya berumur pendek. Dgn lewatnya waktu, semua kesenangan dunia pikiran n benda ini akan berubah warnanya n menghasilkan buah kesakitan.

Mengapa ketenangan  n yang dikatakan kebahagiaan dlm dunia ini begitu semu. Tuhan telah membuat susunan dunia ini dari jalinan suka n duka. Dalam 'lemba hair mata' ini, di mana setiap mawar mempunyai duri, setiap kesenangan bercampur dgn penderitaan, tdk seorangpun yg hanya mengecap kebahagiaan yg murni, n tdk seorangpun yg nasibnya hanya mengalami penderitaan saja.
Dlm setiap kehidupan ada bercak2 gelap n terang. Kita memperoleh saat2 tenang dlmdunia ini sbg akibat perbuatan baik kita di masa lampau, n semua kesakitan n penderitaan yg menghampiri kita mrpkn hasil nyata dari perbuatan buruk kita dimasa lampau.

Para Bijak n Waskita menyebut dunia ini sbg ladang perbuatan, krn di sini kita hrs menuai apa yg telah kita taburkan.

Selama kita terkurung dlm kerangka tubuh, maka bila kita melakukan perbuatan baik, kita akan kembali memetik hasil baiknya, n bila melakukan perbuatan yg buruk, kita akan kembali menderita akibatnya. Dgn melakukan perbuatan yg baik maupun yg buruk, kita tdk dapat lolos dari lingkaran kelahiran n kematian, yaitu roda kehidupan.

Apakah upah dari perbuatan baik? Harta yg tak terbilang banyaknya, jubah kerajaan, kepemimpinan atas bangsa dan agama. Belenggu emas menggantikan belenggu besi sehingga tangan n kaki kita tetap terikat kpd dunia ini. Dari sebuah gubuk, kita berpindah ke istana. Kita melepas gagang sapu untuk menggantinya dgn tali kekang kekuasaan. Paling2 untuk jangka waktu yg terbatas, kita berhak untuk masuk ke taman firdaus atau surga yg juga masih termasuk daerah karma yg berada di bawah kekuasaan pikiran n benda. Manusia dianggap sbg 'bentuk ciptaan tertinggi' yg di dalamnya Tuhan menempatkan kebaktianNya. Namun meskipun di dalam jenis kehidupan yg paling didambakan ini tak seorangpun yg merasakan puas n bahagia.

Sementara orang dibayangi penyakit, yg lain oleh kutukan pengangguran. Ada yg siang malam mengidamkan anak, yg lain merasa cemas n sedih krn memiliki banyak anak. Beberapa orang cemas krn tdk memperoleh pinjaman, yg lain cemas krn tdk dpt mengembalikan pinjaman. Kita hanya perlu pergi ke rumah sakit untuk dpt medengar jeritan menyayat hati dr mereka yg bergulat mlawan kesakitan, atau ke penjara untuk mendengar kisah duka para penghuninya.

Disisi lain, seorang yg telah memperoleh pemberian Tuhan agak berlebihan, seorang teman hidup yg penuh kasih sayang n baik budi, badan yg sehat n kuat, nama popularitas yg menimbulkan iri hati, kekayaan yg belimpah, anak2 yg sopan santun, pendek kata semua serba cemerlang. Bahkan orang spt itu, bila ia berada sendirian, ia terkadang diliputi oleh rasa kesepian, rasa kekosongan spt ada sesuatu yg kurang, kekurangan sesuatu yg penting, shg itu mengganggu ketenangan pikiranya meskipun ia hidup berkecukupan.
Ia malah tdk mengerti apa yg kurang pd dirinya. Bila Tuhan telah begitu bermurah hati, mengapa ia hrs merasa terpencil, mengapa pikiranya kalut ? Tdk ada jawaban jitu atas pertanyaanya tsb.
Semakin ia berpikir, semakin ia merasa bingung.

Kita dpt mengatakan, yg menyebabkan kekalutan tsb adlh kerinduan jiwa akan rumahnya yg telah lama terlupakan, kerinduanya akan sumbernya (AS-nya), akan dirinya sendiri.
Selama kita tdk menjadikan jiwa melangkah maju pd Jalan yg menuju ke rumahnya, maka kita tdk akan merasakan kedamaian n kepuasan dlm arti yg sebenarnya. Itulah sebabnya para Bijak mengajar kita untuk mencari Pencipta kita dgn jalan Kasih & Kebaktian.
Untuk itu, marilah bersama2 belajar menjadi diri sendiri agar tidak mudah terombang-ambing oleh irama dunia yg bisa membawa kita pada kesesatan, Semoga bermanfaat...